hobidangaya.com – Brand jam tangan asal Jepang, Citizen, kembali memikat perhatian dunia dengan peluncuran seri terbaru EcoDrive yang menggabungkan teknologi ramah lingkungan dan estetika modern.
Model ini hadir sebagai pembaruan dari koleksi klasik mereka, membawa gaya minimalis elegan yang cocok untuk pengguna profesional maupun pecinta desain fungsional.
Acara peluncuran yang digelar di Jakarta memperkenalkan tiga varian utama: EcoDrive Classic Line, Titanium Edge, dan Urban Modern.
Setiap model menonjolkan filosofi less is more — menampilkan desain bersih tanpa ornamen berlebihan, namun tetap menonjolkan kesan premium.
“Kami ingin menghadirkan jam tangan yang tidak hanya indah, tapi juga cerdas secara energi dan relevan untuk generasi baru,” ujar Kenji Morimoto, Regional Director Citizen Asia.
Baca Juga: “PRS Luncurkan Seri SE Custom Terbaru dengan Warna Eksklusif“
Teknologi EcoDrive: Bertenaga Cahaya, Tanpa Baterai
Salah satu ciri khas yang terus dipertahankan Citizen adalah teknologi EcoDrive, sistem pengisian daya otomatis dari cahaya — baik matahari maupun lampu ruangan.
Teknologi ini mampu menyimpan energi hingga enam bulan tanpa perlu mengganti baterai, menjadikannya ramah lingkungan dan efisien.
“Kami menyebutnya teknologi yang tak pernah berhenti berjalan. Satu jam bisa hidup seumur hidup pengguna,” tambah Morimoto.
Berikut keunggulan utama dari seri EcoDrive terbaru:
- ☀️ Sumber daya cahaya alami: tidak memerlukan penggantian baterai konvensional.
- ♻️ Ramah lingkungan: mengurangi limbah elektronik dari baterai sekali pakai.
- ⚙️ Ketahanan tinggi: dilengkapi sistem pelindung anti-debu dan anti-magnet.
- 💧 Tahan air hingga 100 meter: cocok untuk aktivitas harian dan semi outdoor.
Dengan inovasi ini, Citizen terus menegaskan komitmennya terhadap teknologi hijau dan keberlanjutan industri horologi.
Desain Minimalis untuk Era Modern
Seri baru ini mengambil inspirasi dari arsitektur urban Jepang — bersih, geometris, dan berimbang.
Warna dominan seperti silver matte, black steel, dan rose gold memberi nuansa tenang namun tetap berkelas.
Bentuk casing dirancang tipis, hanya 8,5 mm, dengan permukaan dial polos dan jarum bergaya linear.
Alih-alih menonjolkan logo besar, Citizen memilih tampilan sederhana yang menonjolkan kesempurnaan proporsi.
“Desainnya terasa halus, seperti karya arsitektur kecil di pergelangan tangan,” ujar Rendy Prakoso, desainer produk dari IndoStyle Watch Enthusiast.
Selain itu, penggunaan sapphire crystal anti gores dan strap kulit vegan menambah kesan elegan sekaligus ramah lingkungan.
Konsep ini sejalan dengan tren global yang menekankan keberlanjutan dan kepraktisan dalam produk fashion.
Varian dan Target Pengguna
Citizen menghadirkan tiga varian yang menyesuaikan gaya hidup modern:
- EcoDrive Classic Line
➤ Desain tradisional dengan indeks angka penuh dan dial biru navy. Cocok untuk pengguna profesional. - Titanium Edge
➤ Bobot super ringan berkat bahan titanium murni, ideal untuk mereka yang aktif di luar ruangan. - Urban Modern
➤ Tampil kontemporer dengan strap kanvas dan jarum bercahaya, menyasar generasi muda dinamis.
“Kami tak hanya menjual jam, tapi juga gaya hidup — produk ini mencerminkan kesederhanaan yang cerdas,” jelas Morimoto.
Di sisi lain, semua varian dilengkapi garansi 5 tahun internasional serta layanan after-sales khusus yang kini hadir di beberapa kota besar Indonesia, termasuk Jakarta, Surabaya, dan Bali.
Kolaborasi dengan Desainer Lokal
Dalam peluncurannya, Citizen juga memperkenalkan proyek kolaborasi terbatas dengan desainer Indonesia, Andra Alamsyah, untuk menghadirkan edisi eksklusif strap kulit lokal.
Strap ini dibuat dari kulit nabati hasil penyamakan alami, menghadirkan tekstur khas dan daya tahan tinggi.
Kolaborasi ini mendapat sambutan positif dari komunitas pecinta jam tangan lokal.
“Desainnya sederhana tapi detailnya menonjol. Ini jam tangan yang bisa dipakai bertahun-tahun tanpa terasa ketinggalan zaman,” ujar Dian Purnama, kolektor jam asal Bandung.
Inisiatif ini menjadi bukti bahwa Citizen tidak hanya fokus pada inovasi teknologi, tetapi juga mengapresiasi seni dan craftsmanship lokal.
Relevansi di Era Smartwatch
Di tengah gempuran smartwatch digital, Citizen tetap bertahan dengan identitasnya sebagai produsen jam analog berteknologi tinggi.
Bagi sebagian pengguna, keindahan EcoDrive justru terletak pada kesederhanaan mekanis yang tidak bergantung pada sistem operasi atau pengisian daya listrik.
“Smartwatch bisa usang dalam dua tahun, tapi EcoDrive tetap relevan bahkan setelah satu dekade,” ujar Rendy.
Strategi ini membuat Citizen mempertahankan posisi kuat di pasar jam tangan premium Asia, terutama di segmen profesional muda dan pencinta desain klasik modern.
Refleksi: Perpaduan Fungsionalitas dan Filosofi Waktu
Peluncuran seri EcoDrive baru menegaskan bahwa inovasi tak selalu berarti digitalisasi.
Citizen memilih jalur berbeda — menggabungkan teknologi ramah lingkungan dan desain timeless untuk menghadirkan produk yang bertahan dalam tren mode apa pun.
“Setiap detik dalam EcoDrive bukan hanya soal waktu, tapi tentang menghargai energi alam,” tutup Morimoto.
Dengan pendekatan ini, Citizen membuktikan bahwa jam tangan masih punya makna emosional di era serba digital — sebagai simbol keseimbangan antara manusia, teknologi, dan waktu itu sendiri.
Baca Juga: “Bank Neo Commerce Cetak Laba Bersih Rp187,95 Miliar di Kuartal III-2025“
