Jakarta (hobidangaya) – Fotografer bawah air Ross Gudgeon kembali memukau dunia fotografi internasional. Karyanya dengan Foto Makro menonjol dalam ajang Close-Up Photographer of the Year 7 (CUPOTY 7).
Setelah sebelumnya sukses dengan bidikan “Fractal Forest” pada Australian Geographic Nature Photographer of the Year, Gudgeon kini meraih gelar utama lagi. Kali ini, ia memenangkan kategori Close-Up Photographer of the Year 7 melalui sebuah foto yang menampilkan tekstur dan bentuk kompleks dari koral lunak.
baca juga: Gimbal Smartphone Kini Banyak Dipakai Untuk Rekaman Video
“Fractal Forest” dan Karya Terbaru
Karya terbaru Gudgeon menyoroti keindahan tersembunyi koral lunak, yang sering luput dari perhatian pengamat. Ia menggunakan teknik close-up Foto Makro untuk menangkap detail ribuan polip kecil, memberikan tekstur seperti menggelembung.
“Ini adalah kompetisi tersulit sejauh ini,” kata Tracy Calder, salah satu pendiri CUPOTY. “Gambar pemenang ini mewujudkan semua yang dapat dicapai oleh fotografi close-up. Ia menunjukkan perspektif baru dan mengungkap keindahan tersembunyi dalam subjek yang familiar. Para juri terpukau.”
Gudgeon menjelaskan, “Koral ini dinamai seperti kembang kol, karena terdiri dari ribuan polip kecil bulat yang memberinya tekstur menggelembung. Saya ingin mengeksplorasi perspektif yang tidak mungkin dilakukan dengan lensa konvensional.”
Detail Teknis Foto Makro Pemenang
Foto pemenang Gudgeon memiliki rincian teknis sebagai berikut:
- Pencahayaan: 1/100 detik, f/9, ISO 400
- Perangkat: Sony A7R IV + lensa FE 90mm f/2.8 Macro G OSS
- Aksesori: Nauticam EMWL dengan lensa 160º dan 2 lampu kilat Retra Pro
- Pascaproduksi: DXO Pure Raw, Adobe Lightroom, Topaz Photo AI, Adobe Photoshop
Ia menambahkan, “Dengan hati-hati melewati lensa di antara cabang-cabang koral tanpa mengganggunya, saya dapat memotret subjek dari dalam ke luar. Pendekatan ini menawarkan sudut pandang berbeda dari organisme laut yang umum.”
Pentingnya Perspektif dalam Fotografi Close-Up
Fotografi close-up memungkinkan pengamat melihat dunia mikro yang biasanya tersembunyi. Dalam hal ini, Gudgeon berhasil menampilkan tekstur dan pola alami koral yang jarang ditangkap lensa biasa. Teknik ini menegaskan bagaimana seni fotografi dapat menceritakan kisah yang besar melalui subjek kecil.
Selain itu, penggunaan lensa probe bawah air menjadi kunci keberhasilan. Alat ini memungkinkan fotografer menjangkau sudut yang tidak mungkin dicapai kamera konvensional, sekaligus menjaga kelestarian subjek laut.
Kompetisi Close-Up Photographer of the Year
CUPOTY 7 adalah kompetisi internasional yang mengundang fotografer dari semua tingkatan dan penjuru dunia. Peserta dapat menggunakan kamera apa pun, mulai dari DSLR, ponsel, hingga mikroskop.
Menurut panitia, tujuan kompetisi adalah menyoroti keindahan tersembunyi dalam skala kecil. Subjek terkecil pun dapat menceritakan kisah terbesar, terutama jika ditangkap melalui perspektif kreatif dan teknik profesional.
Tracy Calder menambahkan, “Kompetisi ini menunjukkan bahwa fotografi close-up tidak hanya soal estetika, tetapi juga tentang menjelajahi dunia dengan sudut pandang baru. Fotografer seperti Gudgeon menghadirkan perspektif yang belum pernah dilihat sebelumnya.”
Prestasi Internasional Ross Gudgeon
Kesuksesan Gudgeon di CUPOTY 7 menambah daftar panjang penghargaan internasionalnya. Sebelumnya, Australian Geographic Nature Photographer of the Year mengakui karya “Fractal Forest”, yang juga menampilkan pola kompleks dan detail luar biasa dari alam.
Menurut pakar fotografi laut, keberhasilan Gudgeon menunjukkan kombinasi teknik tinggi, kesabaran, dan pemahaman mendalam tentang ekosistem laut. Hal ini menjadikan karyanya tidak hanya indah secara visual, tetapi juga edukatif bagi masyarakat yang ingin mengenal dunia bawah air.
Dampak dan Inspirasi
Prestasi Gudgeon memotivasi fotografer muda untuk mengeksplorasi teknik close-up dan makro. Dengan peralatan yang tepat, pemotretan bawah air bisa menampilkan keindahan alam yang jarang disadari.
Selain itu, karya ini meningkatkan kesadaran akan konservasi laut, karena menekankan detail organisme yang memerlukan perlindungan. Setiap polip koral yang difoto menjadi representasi penting dari ekosistem yang rapuh.
Pandangan ke Depan
Ross Gudgeon kini menjadi inspirasi global dalam dunia fotografi close-up bawah air. Karyanya menegaskan bahwa subjek paling kecil dapat menceritakan cerita terbesar.
Ke depannya, kompetisi seperti CUPOTY diharapkan terus mendorong eksplorasi visual, inovasi teknis, dan penghargaan terhadap alam. Selain menonjolkan bakat fotografer, ajang ini juga menghubungkan seni dengan edukasi lingkungan.
Dengan karyanya, Gudgeon membuktikan bahwa fotografi close-up bawah air bukan sekadar seni, melainkan medium edukasi, konservasi, dan inspirasi kreatif yang diakui dunia.
baca juga: Festival Fotografi Internasional di ISI Jogja Cetak Kader Muda
